Jumat, 15 Mei 2020

ATLETIK

∆SEJARAH ATLETIK di INDONESIA   
  
Di negeri kita tercinta (Indonesia) mengenal atletik lewat bangsa Belanda yang selama tiga setengah abad menjajah negeri kita. Namun demikian atletik tidak dikenal secara menyeluruh. Dan yang mendapat kesempatan melakukan latihan-latihan atletik hanyalah anak-anak sekolah ataupun kemiliteran saja, Itupun hanya sekedar untuk melengkapi kegiatan pendidikan jasmani saja.       
Organisasi atletik yang pertama kali diadakan di Indonesia pada Zaman Belanda adalah Nederlands Indisehe Atletiek Unie yang disingkat menjadi NIAU. Dalam bahasa Indonesia bermakna: Perserikatan Atletik Hindia Belanda yang didirikan pada tahun 1917.     
Dalam rangka mempropagandakan  penyebaran bidang  atletik memang ada. Namun, usaha untuk mendirikan organisasi-organisasi atletik atau cabang dari NIAU hanya bisa terlaksana di beberapa kota besar yang terdapat sekolah-sekolah lanjutan ataupun yang terdapat tangsi-tangsi militernya, antara lain daerah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Semarang, dan Solo.         
Pada masa-masa itu, di setiap tahunnya diadakan perlombaan/kejuaraan atletik di Jakarta yang biasanya disenggelarakan bertepatan dengan penyelenggaraan Pasar Gambir (semacam Jakarta fair sekarang). Yaitu pada akhir bulan Agustus atau awal September.       
Atlet/pemain  yang menonjol/terlihat prestasinya pada masa penjajahan Belanda antara lain: Mohammad Noerbambang, pelari 100 m yang katanya pernah berlari dengan menghabiskan hanya 10,8 detik dan Harun Alrasyid atlet  pelompat tinggi yang pernah melompati mistar/dinding yang tingginya mencapai 1,80m dan lompat jauhnya mendekati 7,00 m.           
Kemudian, di masa pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun yang dimulai pada awal tahun 1942 sampai Agustus 1945 , keolahragaan pada umumnya mengalami perkembangan dan peningkatan. Semua pelajar mahasiswa melalui siaran radio yang dikenal dengan 22 nama Radio Taiso mengadakan dan membuka latihan-latihan dari berbagai cabang olahraga, termasuk juga padanya senam dan atletik.       
Atletik mendapat perhatian yang cukup baik di masa itu. Bahkan, hampir di setiap menjelang selesainya tahun ajaran pendidikan diadakan pertandingan-pertandingan/perlombaan olahraga. Dan yang paling diutamakan adalah olahraga atletik. Entah itu perlombaan yang berbentuk pertandingan antar kelas, antar sekolah maupun antar kota.     
Suatu kali pernah diselenggarkannya perlombaan atletik segitiga antar pelajar Sekolah Menengah Bandung, Yogya, dan Solo. Perlombaan tersebut diselenggarakan dan berlangsung di Kota Solo pada tahun 1943. Anak-anak pelajar yang datang dari Bandung di bawah panji GASEMBA (Gabungan Sekolah Menengah Bandung ) dari Yogya GASEMMA ( Gabungan Sekolah Menengah Mataram ) dan dari Solo sendiri adalah GASEMBO  (Gabungan Sekolah Menengah Solo ).       
Perlombaan-perlombaan atletik untuk umum juga sering diselenggarakan. Dan olahraga yang sering sekali diperlombakan adalah lari jarak jauh dan lari jarak pendek dengan membawa beban. Kemajuan dalam bidang organisasi semakin nampak saat kependudukan Jepang di Indonesia.         
Dan himpunan-himpunan atletik pun juga bermunculan di beberapa kota-kota besar, antara lain IKADA ( Ikatan Atletik Djakarta ), GABA ( Gabungan Atletik Bandung ), IKASO ( Ikatan Atletik Solo) IPAS ( Ikatan Perhimpunan Atletik Surabaya ) dan lain-lain. Pada tahun 1949 oleh ISI ( Iakatan Sport Indonesia ) diselenggarakan pekan Olahraga di lapangan IKADA yang diturut sertai oleh sejumlah atlet-atlet seluruh Jawa.       
Adapun nama-nama atlet perlombaan atletik yang menonjol di masa pendudukan Jepang antara lain : Soetantio, pelari 100m yang mencapai finish hanya dengan waktu 11,00 detik. Soetrisno , atlet Pancalomba dan Bram Matulessi, pelempar Lembing. Lebih umumnya, atletik memiliki cabang olahraga yang sangat banyak. Berikut macam-macam olahraga atletik ; 1. Lari Estafet 2. Lompat Gala 3. Maraton 4. Lompat Jauh 5. Lempar Lembing 6. Lari Gawang 7. Jalan Cepat 8. Sprint atau Lari Jarak Dekat 9. Tolak Peluru, dan masih banyak lagi cabang olahraga yang lain.

∆PERKEMBANGAN ATLETIK di INDONESIA.  

Organisasi yang bernama Nederlands NIAU (Indische Athletiek Unie). Organisasi ini akan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pertandingan-pertandingan Atletik, merupakan organisasi atletik pertama yang dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda.         
Pada tahun 1930-an di Medan juga didirikan organisasi atletik dengan nama Sumatera Athletiek Bond (SAB). Organisasi ini bertugas dalam menyelenggarakan perlombaan-perlombaan Atletik di sekolah Mulo, HBS dan sekolah swasta lainnya.     
Di Pulau Jawa, perkembangan olah raga atletik ditandai dengan berdirinya bermacam organisasi atletik seperti IAC di Jakarta dan ABA di Surakarta. Dalam waktu yang tidak lama, Indonesia berhasil menunjukkan prestasinya dalam bidang atletik di dunia internasional. Beberapa atlet yang berprestasi di awal perkembangan atletik diantaranya: Tomasoa, M. Murbambang, Harun Al Rasyid, Effendi Saleh, Mochtar Saleh, Mohd. Abdulah dan Rorimpandey.     
Karena prestasi Indonesia di bidang atletik yang semakin bagus, maka pada tanggal 3 September 1950 di Semarang dibentuklah sebuah organisasi yang menaungi bidang olah raga atletik yang bernama Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Eksistensi organisasi ini terbukti dengan berhasilnya diadakan perlombaan altetik pertama di bawah koordinasi PASI pada tahun yang sama.   
Saat ini PASI telah berhasil membawa Indonesia memenangkan olah raga cabang atletik di berbagai kompetisi internasional. Puncaknya adalah Sea Games tahun 1987, Indonesia berhasil membawa 17 medali emas. Sampai tahun 2007, prestasi Indonesia terus menurun. Namun PASI tetap berusaha membimbing bibit unggul demi memperbaiki prestasi Indonesia. Akhirnya pada Sea Games Desember 2009, Indonesia berhasil meningkatkan prestasinya dengan membawa 7 medali emas di cabang atletik ini. 7 emas memang belum sebanding dengan tahun 1987, namun PASI yakin di Sea Games berikutnya Indonesia akan menunjukkan prestasi yang lebih baik.

∆NOMOR-NOMOR PERLOMBAAN ATLETIK di INDONESIA.
   
Nomor Lari = Lari jarak pendek, lari jarak menengah, lari jarak jauh, lari halang rintang, jalan cepat.     
Nomor Lompat = lompat jauh, lompat jangkit, lompat tinggi, lompat galah.       
Nomor Lempar = Tolak peluru, lempar cakram, lempar lembing, lontar martil.

∆PERBEDAAN SEMUA CABANG ATLETIK.   

1.Tolak lembak.     
     Tolak peluru adalah cabang olahraga atletik yang menggunakan bola atau peluru dengan beragam berat.
2.Lempar lembing.     
     Cabang olahraga atletik yang berikutnya adalah lempar lembing, lempar lembing ini berasal dari jarak lemparan lembing terjauh setiap atlet yang ada.
3.Lempar cakram.     
     Lempar cakram merupakan cabang olah raga atletik lainnya yang ada di olimpiade dunia. di sini yang digunakan adalah cakram dan lapangan yang berkriteria khusus. Cakram ini dilakukan dengan latihan khusus yang dilakukan agar lemparan yang kuat bisa kuat.
4.Lompat tinggi.     
     Lompat tinggi merupakan cabang olahraga atletik yang lain. Tentu kalian mungkin tidak memiliki lagi olahraga yang satu ini, Lompat tinggi juga diikutkan dalam pertandingan - pertandingan olahraga besar di dunia. dalam lompat tinggi ini yang diperbaiki adalah ketepatan kompilasi Anda mendarat.
5.Lompat galah.   
     Lompat galah merupakan cabang olah raga atletik lainnya, dimana lompat galah ini menggunakan galah panjang dengan ukuran tertentu. Tekniknya adalah para atletik ini menjalankan kemudian pada jarak tertentu menancapkan galahnya di lubang kemudian mulailah melakukan loncatannya.
6. Lompat jauh. 
     Lompat jauh merupakan cabang lain yang sering dipakai di lombakan. dalam melakukan lompat jauh pasti ada tekniknya khusus.
7. Lari jarak pendek. 
     Lari jarak pendek adalah olahraga atletik yang dilakukan dengan kecepatan penuh, yang dilakukan pada lintasan yang jaraknya dapat terbilang tidak jauh. Jumlah lari yang ada di sini antara lain adalah 100, 200, dan 400 meter.
8. Lari jarak jauh.   
     Lari jarak jauh atau yang sering disebut juga lari marathon merupakan cabang olahraga lari yang  dilakukan di lintasan yang luas dan jauh, biasanya 3000m, 5000m, 10.000m.
9. Lari estafet.   
     Lari estafet adalah olahraga yang menggunakan tongkat pada setiap pelari di setiap tim yang dilakukan di arena pertandingan yang telah tersedia, nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter meter dan nomor 4 x 400 meter.
10. Panahan.   
     Panahan adalah cabang olahraga yang menggunakan busur panah yang dilesatkan dalam papan target yang membentuk lingkaran.
11. Lompat indah.   
     Lompat indah adalah olahraga yang peserta meloncat di ketinggian tertentu lalu lakukan gerakan akrobatik yang indah saat sedang di udara. yang disetujui di sini adalah ketinggian loncatan yang dapat dicapai dan gerakan keindahan yang dilakukan saat di udara.
12. Angkat besi. 
     Angkat besi diawali di negara - negara seperti eropa dan amerika. mengangkat besi biasa dilakukan secara bertahap dan dilakukan secara individu.
13. Lempar martil. 
     Lempar Martil merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang lumayan sering diperlombakan pada suatu acara olahraga dari tingkat nasional hingga internasional.Lempar martil ini biasanya diterima kaum pria, tetapi mungkin ada atlet wanitanya, akan tetapi bisa sangat jarang.
14. Menembak. 
     Menembak adalah cabang olahraga yang menggunakan senjata yang terdiri dari pistol yang ditembakkan tepat sesuai target yang disediakan.
15. Jalan cepat.
     Jalan cepat maju gerak  maju yang dilakukan terus menerus tanpa adanya hubungan terputus dengan area tanah. Setiap kali melakukan langkah kedepan harus membuka tanah sebelum yang akan melangkah kedepan, maka kaki harus dalam posisi lurus dan lutut tidak boleh bengkok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar